Pilgrimage

Everything about the Hajj Journey

2015: Kami Datang Memenuhi Panggilan Mu Ya Allah

Tahun 2015 adalah tahun keberangkatan Saya dan Istri menunaikan Rukun Islam yang ke 5 (Ibadah Haji ke Baitullah) setelah menungu selama 5 tahun sejak pendaftaran Haji kami tahun 2010.

Bahagia rasanya bisa memenuhi panggilan Allah SWT, walaupun saat itu kami meninggalkan anak-anak yang masih kecil-kecil (Istri saya belum lama melahirkan putra ke-3 kami, bayi mungil itu baru berumur 5 bulan), Lillahi taala kami tinggalkan semua orang-orang yang kami sayangi.

Alhamdulillah selama proses persiapan pendaftaran, keberangkatan, selama perjalanan Haji, hingga kembali ke tanah air, banyak sekali Rezeki, perlindungan, dan kemudahan yang kami berdua dapatkan.

Awalnya kami berdua mendaftar untuk berangkat Ibadah haji dengan biaya sendiri (Haji Regular), tapi syukur Alhamdulillah Perusahaan dimana Saya dan Istri bekerja (Beda Perusahaan) memberikan bantuan biaya perjalanan Ibadah Haji, sehingga titel Haji kami menjadi lebih lengkap: Haji Abidin alias Haji atas biaya dinas.

Saya dan Istri berangkat pada gelombang Ke 2 bersama jamah calon haji lainnya dari wilayah Jakarta Selatan yang tergabung dalam Kloter JKT22 embarkasi Halim Perdana Kusuma Jakarta. Ketibaan kami di Arab Saudi melalui Bandara King Abdul Aziz di kota Jeddah, dan kepulangan kami melalui Bandara Pangeran Muhamad Bin Abdul Aziz di kota Madinah Al Munawaroh. Selama di mekah kami mendapatkan pemondokan kami di yang berada di wilayah Syisyah Mekkah Al Mukaromah dan Hotel Manazel Al Aswaf (Diarah gate 5).

2015 merupakan tahun penuh cobaan bagi para jemaah calon haji yang berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah yang merupakan rukun islam ke lima tersebut. Dua musibah tragis terjadi saat para jemaah menunaikan kewajibannya di Tanah Suci.

Jatuhnya Crane di Masjidil Haram dan Tragedi Mina menjadi yang terbesar sepanjang musim haji tahun itu selain itu beberapa kali badai pasir yang menerpa Masjidil Haram.

Pada hari kejadian jatuhnya crane, Saat itu saya dan istri sebenarnya berniat akan kembali hotel ba’da sholat Ashar karena telah berada di Masjidil haram sejak Shubuh, tetapi karena hujan lebat dan angin kencang saya beserta istri membatalkan niat pulang ke hotel dan akhirnya, memilih kembali melakukan sa’i hingga waktu maghrib tiba.

Pada hari kejadian tragedi mina, saat itu rombongan kami baru saja menyelesaikan melempar jumrah yang pertama kali, rekan-rekan jamaah haji satu rombongan mengajak turun ke bawah keluar dari jalur keluar-masuk jamaah haji dari Asia tenggara karena berencana akan kembali ke hotel (hotel kami ternyata tidak terlalu jauh dari lokasi melempar Jumrah), saya tidak ikut pulang ke hotel setelah membeli makanan untuk sarapan pagi saya dan istri kembali ke pemondokan di mina.

Dari 2 kejadian tersebut ada hal yang sangat berkesan untuk saya dan Istri, bagaimana Allah SWT masih melindungi kami dimana Allah SWT menunjukkan jalan keselamatan dengan sangat nyata agar kami terhindar dari ke dua musibah ini, Walahualam bisawab (Insyaallah akan saya ceritakan pada lain kesempatan)

https://www.medcom.id/internasional/dunia/ybD7rJPN-tahun-pilu-ibadah-haji-2015