National & Local History

Under Development

Penyebaran Agama Islam Di Muara Enim

Permulaan penyebaran agama Islam di wilayah Muare Hening (Sekarang Muara Enim), bermula dari kedatangan Syech Jalaluddin yang berasal dari Mekkah tahun 1312 M bersama 3 Orang Temannya; Syech Ahmad Muhamad (Murid Syech Jalaluddin), Syech Yusuf Ibrahim (Ulama Jambi) dan Syech Jafar Shadiq (Ulama Demak).

Syech Jalaluddin menetap di Karang Enim yang berada di sekitar Muare Hening. Masing-Masing dari mereka mendapatkan 10 orang murid yang akan belajar Agama Islam. Syech Jalaluddin dipercaya sebagai pimpinan.

Untuk tempat tinggal masing - masing Syech membangun sebuah Rumah panggung besar yang dapat menampung dirinya dan 10 orang santrinya (Kisah Ke 4 penyebar Agama Islam dan ke 40 pengikutnya ini merupakan cikal bakal terbentuknya Marga Tembelang Patang Puluh Bubung) Pendukuk Asli Karang Hening.

Syech Jalaluddin wafat pada tahun 1422 M, Beliau dimakamkan di Muara Sungai Samad yang merupakan batas wilayah antara Karang Enim dan Karang Raja yang berada lebih ke hulu.

https://kanzunqalam.com/2016/04/03/syekh-angkasa-ibrahim-papa-syekh-jalaluddin-dan-dakwah-islam-di-sumatera-selatan-pada-abad-ke-14-masehi/

Sungai Enim

Nama Enim diambil dari nama salah satu sungai besar yang ada di Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah (LIOT).

Sungai Enim menjadi muara dari banyak anak sungai yang semuanya bersumber dari pegunungan Bukit Barisan. Salah satu sumber mata airnya berasal dari Danau Tumutan Tujuh yang berada di Gunung Patah.

Sungai Enim bermuara ke Sungai Lematang tepat di Kota Muara Enim, yang merupakan satu dari 9 Sungai yang dikenal dengan Batang Hari Sembilan oleh Masyarakat Sumatera Selatan


https://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Enim